Kamis, 02 Agustus 2012

Budidaya Caisin


1. Manfaat
  • Menjaga kesehatan tulang,
  • Menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi kanker,
  • Meningkatkan kekebalan tubuh,
  • Mengatasi lendir (dahak, ingus, dll.) berlebihan,
  • Menggiatkan fungsi organ pencernaan
  • Meningkatkan pembuangan racun dari dalam tubuh
2. Cultivar
Tosakan, Regency
3. Persemaian
  • Buat bedengan pembibitan berukuran 80-120 cm, panjang bedengan 1-3 meter tergantung kebutuhan bibit yang akan ditanam
  • Rumah bibit (naungan) dibuat dari bambu, dengan atap plastik polietilen atau dedaunan,
  • Lebar naungan 1,5 meter, tinggi bagian depan 1,3 meter dan bagian belakang 1 meter dan panjang sesuai dengan keperluan.
Penyemaian Benih
  • Dua minggu sebelum tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan 2 kg pupuk kandang ditambah dengan 20 gr urea, 10 gr TSP, 7,5 gr KCl.
  • Tabur benih pada permukaan bedengan pembibitan
  • Tutupi benih dengan tanah halus setebal 1-2 cm.
  • Lakukan penyiraman menggunakan sprayer.
  • Benih yang baik akan tumbuh setelah 3-5 hari.
Penyapihan
  • Isi panel semai dengan media semai sampai penuh dan basahi dengan air.
  • Benih yang sudah berdaun 2-3 helai (2-3 minggu setelah biji disemaikan) dipindahkan ke panel semai dengan satu benih untuk setiap lubang tanam.
  • Simpan panel semai di dalam rumah bibit sampai siap tanam (3-4 minggu)
4. Pengolahan lahan
  • Tanah dicangkul dan dibuat bedeng berukuran 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah, tinggi bedeng 20-30 cm, jarak antar bedeng 30 cm.
  • Bedengan taburi dengan pupuk kandang 10 ton/ha
  • Bila tanah terlalu masam (pH 5,9-6) taburkan 0,75- 1,23 ton/ha kapur pertanian kemudian diaduk dengan tanah sampai rata.
  • Taburi pupuk dasar dan campurkan dengan tanah.
  • Rapikan kembali bedengan.
5. Penanaman
  • Jarak tanam yang dipakai adalah double row (2 baris tanaman) per bedeng dengan jarak tanam 40×40 cm (caisin putih) atau 20×20 cm (caisin hijau)
  • Setiap bedeng caisin putih berisi 3 baris dan 1 bedeng caisin hijau berisi 5 baris.
  • Penanaman dilakukan pada bibit yang berumur 3-4 minggu, atau sudah mempunyai 3-5 helai daun
  • Satu lubang tanam diisi satu bibit .
  • Pindahkan bibit secara hati-hati jangan sampai akar/daunnya rusak.
6. Pemeliharaan
  • Penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, prinsipnya sejak disemai sampai tumbuh dewasa air selalu dibutuhkan
  • Penyulaman tanaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati menggunakan bibit tananam yang masih tersisa di bedeng pembibitan
  • Penyiangan dilakukan secara manual 2 minggu sekali/ sesuai pertumbuhan gulma.
  • Penyiangan, penggemburan dan pengguludan dilakukan sekaligus untuk menghemat tenaga kerja.
  • Pemberian pupuk tambahan diberikan pada saat 3 minggu setelah tanam dengan cara penaburan dalam larikan kemudian ditutupi tanah kembali.
Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan sebagai berikut:
MST; Minggu Setelah Tanam

7. Panen dan Pasca panen.
  • Panen pada umur 40-50 hari, mulai dilakukan pada minggu ke 7 setelah tanam
  • Sebaiknya panen dilakukan sebelum bunga bermunculan.
  • Cara panen dengan mencabut seluruh tanaman beserta akarnya atau memotong bagian pangkal batang yang berada diatas dengan pisau.

0 komentar:

Posting Komentar