Tampilkan postingan dengan label tanaman pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman pangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Desember 2014

KRIPIK USUS

1.   Alat
§  Pisau Tajam
§  Kompor
§  Timbangan
§  Telenan
§  Ulekan dan Cobek
§  Waskom
§  Alat Penggorengan
§  Lemari Es
§  Bahan Pengemas

2.   Bahan

 
No.
Nama Bahan
Komposisi
1
2
3
Usus Ayam Segar
Minyak Goreng
Kapur Mati (jika diperlukan)
1 kg
secukupnya
1 sdm




1.   Bumbu
No.
Nama Bahan
Komposisi
1
2
3
4
5
Bawang Putih
Ketumbar
Garam
Kunyit
Daun Jeruk
sesuai selera
sesuai selera
sesuai selera
sesuai selera
sesuai selera

2.   Adonan Pencelup
No.
Nama Bahan
Komposisi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Tepung Terigu
Tepung Beras Ketan
Tepung Tapioka
Telur Ayam
Susu Bubuk Full Cream
Baking Powder
Merica Bubuk
Penyedap Rasa Ayam
Air Es
250 gr
50 gr
100 gr
1 butir
1 sdm
½ sdt
1 sdt
1 bungkus
secukupnya

3.   Adonan Pelapis Kering
No.
Nama Bahan
Komposisi
1
2
3
4
5
6
7
8
Tepung Terigu Protein Tinggi
Tepung Maizena
Garam Halus
Bawang Putih
Baking Powder
Penyedap Rasa Ayam
Merica Bubuk
Cabai Halus (jika diperlukan)
850 gr
150 gr
25 gr
8 siung besar
½ sdt
1 sachet
½ sdm
secukupnya



4.   Cara Pembuatan
No.
Langkah Kerja
Uraian
1
Persiapan
          Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
          Buat adonan pencelup dan simpan di lemari es
          Buat tepung pelapis kering dan simpan dalam wadah yang kering dan tidak lembab
2
Pembersihan Usus
          Bersihkan usus dari kotoran, lemak danjaringan bagian dalam usus
          Potong usus ayam sesuai selera jika diperlukan
3
Perendaman Bumbu
          Haluskan bawang putih, ketumbar, garam, kunyit dan daun jeruk
          Masukkan ke dalam adonan pencelup tercampur sempurna
          Encerkan dengan air
          Masukkan usus ke dalam adonan dan simpan dalam freezer selama 15 – 30 menit
4
Pelapisan Tepung
          Ambil usus dari dalam freezer
          Ambil usus sedikit demi sedikit dari adonan pencelup + bumbu hingga tidak menetes airnya
          Lakukan penggulingan usus pada Tepung Pelapis Kering sambil diremas - remas sehingga seluruh permukaannya terlapisi
          Pisahkan masing – masing bagian dan cubit agar terbetuk bintil – bintil kecil
          Letakkan pada wadah terpisah untuk menurunkan tepung yang tidak lengket dengan usus
5
Penggorengan
          Siapkan minyak goreng dalam wajan dengan perbandingan 6 : 1
          Goreng dengan api sedang hingga kekuningan dan pastikan ususnya kering
6
Penirisan Minyak
          Pastikan minyak yang menempel pada produk relatif sedikit agar produk lebih awet dan menghindari bau tengik selama penyimpanan
          Gunakan kertas sebagai alas nampan peniris untuk menyerap minyak yang menempel pada produk
7
Pengemasan
          Pilih bahan pengemas yang tidak mudah sobek
          Pastikan perlekatan antar sambungan rapat agar produk tidak melempem
          Umur simpan sekitar 3 bulan untuk produk keripik usus dengan kadar minyak rendah dan 1 bulan untuk produk keripik usus dengan kadar minyak tinggi


Sumber : Dodik Suprapto, S.Pt . Materi Pelatihan Pengolahan Hasil Ternak bagi Penyuluh Peternakan Tahun 2011  

BAYAM DAN MANFAATNYA

BUDIDAYA BAYAM
(Amaranthus sp.)

1. Manfaat Tanaman
-          Meningkatkan kinerja ginjal & melancarkan pencernaan.
-         Membersihkan darah sehabis bersalin, memperkuat akar rambut serta mengobati tekanan darah rendah, kurang darah (anemia) dan gagal ginjal.
-    Mencegah hilangnya pengelihatan akibat usia yang menua (macular degeneration), penyakit kanker, katarak dan bayi lahir cacat.
-          Sumber lutein dan folate yang hebat, yang membantu mencegah penyakit jantung & bayi yang lahir cacat.
-       Kandungan folic acid yang ada di bayam juga mampu melindungi otot jantung dari meningkatnya kadar glukosa yang mudah larut dan mengandung B9. Vitamin ini biasanya menjadi suplemen bagi perempuan yang mengandung untuk melindungi bayi dari cacat pada bagian syaraf.
-      Mengurangi pembentukan batu empedu sebab bayam kaya magnesium di samping ikan, kacang almon kering, alpukat, pisang, kismis.
-       Sayur bayam juga memberikan zat besi pencegah anemia namun zat besi di dalam bayam tidak mudah diserap.

2. Kultivar
Kultivar  bayam mempunyai nilai komersial yang tinggi diantaranya  Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga varietas lokal seperti  Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, danSukamandi.
3. Syarat tumbuh
-       Tumbuh baik di daerah  dataran tinggi, tetapi dapat hidup di dataran rendah.
-       Menghendaki tanah yang subur dan gembur.
-       Derajat kemasaman (pH) 6-7.
4. Penanaman
-          Pengolahan tanah untuk bayam tahunan lebih dalam dari pada untuk bayam cabut.
-          Saat pengolahan tanah terakhir perlu  dilakukan pemupukan dasar.
-     Buat bedengan dengan ukuran 1 m x 5 m.  Diantara bedengan dibuat parit untuk memudahkan penyiraman.
-          Sebelum benih ditabur perlu dicampur dengan abu dengan perbandingan 1 bagian benih + 10 bagian abu untuk penaburan benih merata & tidak bertumpuk-tumpuk.
-          Buat larikan untuk penaburan benih,  dengan jarak antar baris sekitar 20 cm.
-          Kebutuhan benih untuk 1 hektar  pertanaman sekitar 5-10 Kg.
-          Benih yang sudah ditabur ditutup tipis dengan tanah secara merata
-          Setelah penanaman disiram dengan emrat  setiap pagi dan sore kecuali turun hujan.
5. Pemeliharaan
-     Kegiatan pemeliharaan meliputi  penyiangan, pengemburan, pemberian pupuk susulan dan pengendalian hama/penyakit.
-     Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 minggu setelah tanam selanjutnya dua minggu sekali
-     Pemupukan bergantung pada kesuburan tanah, sebagai acuan dapat menggunakan patokan n sebagai berikut:
Umur
Kg/ha/Musim
pH
Urea
ZA
SP-36
KCl
Sebelum tanam
56

250
90
6,5
3 MST
56


90


MST = Minggu setelah tanam

6. Pengendalian Penyakit
Penyakit Downy mildew
-       Gejala;  daun bagian atas menguning, daun bagian bawah berwarna hijau keunguan dan akhirnya berwarna cokelat.
-       Serangan umumnya  timbul bila ditanam pada musim hujan dan dingin.
-       Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik daun yang diserang.
-       Pengendalian  dengan menggunakan fungisida sesuai petunjuk pada label
Penyakit Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber )
-         Gejala:  daun menyempit, mengecil, menggulung dan berkerut. Permukaan daun berwarna kuning biasanya menyerang daun muda.
-       Pencegahan dilakukan dengan penyiangan gulma dan penyemprotan lalat pembawa virus menggunakan  insektisida.
-            Tanaman yang terinveksi harus segera dimusnahkan
Penyakit noda daun (leaf spot)
-     Gejala :  noda cokelat pada setengah bagian daun, noda kemudian meluas sehingga menghancurkan daun.
-     Agar tidak meluas tanaman terserang harus segera dimusnahkan.
-     Pencegahan dengan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah terutama pada tanah yang kekurangan Mn  dan menyemprot  tanaman  yang belum diserang dengan fungisida.
-   Gangguan dapat disebabkan oleh kekurangan unsur Mn, sehingga  penanggulangan dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung Mn
7. Pemanenan.
-          Bayam cabutan : penjarangan dilakukan 20 HST kemudian hari ke-25, 30 dan seterusnya hingga semua selesai panen.
-      Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20 sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm panen dilakukan sekitar 3 MST caranya pucuk-pucuk daun atau pada ujung-ujung cabang telah dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktu-waktu bila di perhatikan.

BUDIDAYA PAKCOY

PAKCOY  (Brassica rapa cv. Pakchoy)
1. Manfaat
  • Menjaga kesehatan tulang, 
  • Menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi kanker, 
  • Meningkatkan kekebalan tubuh, 
  • Mengatasi lendir (dahak, ingus, dll.) Berlebihan, 
  • Menggiatkan fungsi organ pencernaan
  • Meningkatkan pembuangan racun dari dalam tubuh
2. Kultivar
Brisk green, Gracious, White-lLight 
3. Pembibitan
  • Buat bedengan untuk pesemaian
  • Taburkan benih pada permukaan bedengan lalu ditutup dengan tanah setebal 1-2 cm 
  • Lakukan perawatan dengan penyiraman menggunakan sprayer atau embrat 
  • Benih yang baik akan tumbuh setelah 3-4 hari 
  • Pindahkan bibit ke pertanaman setelah berdaun 3-5 helai (3-4 MST) 
4. Pengolahan Lahan
  • Olah tanah hingga gembur lalu dibuat bedengan, 2-4 minggu sebelum lahan ditanami 
  • Upayakan lahan harus bersih dari gulma dan tidak ternaungi 
  • Taburkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar saat pengolahan tanah
  • Buat bedengan lebar 120 cm, panjang sesuai ukuran petak tanah, tinggi bedengan 20-30 cm, dan jarak antar bedengan 30 cm 
  • Lakukan pemupukan sesuai kesuburan tanah sebagai acuan dapat menggunakan dosis sebagai berikut: 

MST = Minggu Setelah Tanam 
5. Penanaman
  • Pilih bibit yang baik yaitu, batangnya tumbuh tegak, daun hijau segar dan tidak terserang hama atau penyakit 
  • Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, 
  • Pindahkan bibit ke lubang tanam dengan hati-hati dan rapikan.
6. Pemeliharaan
  • Siram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau penjarangan biasanya dilakukan pada saat 2 MST 
  • Lakukan penyulaman jika diperlukan
  • Lakukan penyiangan 2-4 kali selama pertanaman 
Hama dan Penyakit 
  • Hama yang biasa menyerang tanaman antara lain: ulat, siput, cacing, ulatSrocidolomia binotalis dan ulat Thepa javanica
  • Penyakit yang biasa menyerang ialah bakteri, virus, jamur dan gangguan fisiologi yang bisa saja terjadi 
  • Hama dan penyakit tanaman dikendalikan dengan menggunakan pestisida sesuai anjuran
7. Panen dan Pasca Panen
Pakcoy sudah bisa dipanen pada umur 30 -35 HST, tergantung pada ketinggian tempat penanaman. Semakin tinggi tempat penanaman, umur panen akan bertambah. Potong pakcoy di pangkal batangnya dengan menggunakan pisau tajam, lalu kumpulkan hasil panen di tempat pencucian. Setelah terkumpul, hasil panen dicuci dan dibersihkan dari bekas-bekas tanah sambil mengupas daun dan tangkai yang tua, kuning, berwarna, dan rusak. Tiriskan di rak-rak yang ditempatkan di ruangan yang teduh. Bila akan dijual ke supermarket perlu dikemas dengan cara mengikatnya dengan menggunakan label isolasi. Berat setiap kemasan sekitar 250-300 gr. Susun hasil kemasan secara rapi di dalam boks plastik untuk selanjutnya dikirim ke supermarket. Bila akan dijual di pasar tradisional, sayuran tidak perlu dikemas melainkan cukup dicurah saja asalkan kondisinya masih segar dan tidak rusak