Senin, 22 Agustus 2011

Budidaya Stroberi ( Fragaria chiloensis L.)

MANFAAT TANAMAN
Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan segar atau olahannya. Produk makanan yang terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, dan  stup (compote) stroberi.
VARIETAS
Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet. Hokowaze lokal Benggala 

Sabtu, 20 Agustus 2011

Budidaya Sawo ( Acrhras zapota. L )


1. PELUANG AGRIBISNIS
Sawo merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak digemari orang, bukan saja orang Indonesia yang menyenangi sawo, tetapi juga orang Jepang,  Eropa dan Amerika menyenangi buah tropis ini.  Buah sawo banyak digemari orang karena buah yang masak memiliki rasa yang manis, daging buahnya lunak dan tidak memiliki serat. Manfaat tanaman sawo selain  sebagai makanan buah segar juga dimanfaatkan untuk bahan makan olahan seperti es krim, selai, sirup atau difermentasi menjadi anggur atau cuka

Budidaya Mangga (Mangifera indica)




1. PELUANG AGRIBISNIS
Mangga merupakan tanaman buah yang tetap menjadi buah favorit masyarakat Indonesia. Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal.

BUDIDAYA KEDELAI ( Glycine max L )


1. PELUANG AGRIBISNIS
Kedelai merupakan komoditas utama tanaman pangan yang memiliki peran dalam ketahanan pangan, dan sebagai bahan pokok dalam industri pakan dan pangan. Kebutuhan kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan bahan industri olahan pangan seperti kecap, susu kedelai, tahu, tempe, taucho dan sebaginya.
Pengembangan kedelai kedepan diarahkan untuk mencapai tujuan terciptanya Indonesia menjadi produsen kedelai yang tangguh dan mandiri pada tahun 2025 dengan ciri-ciri produksi yang cukup dan efisien, kualitas dan nilai tambah yang berdaya saing, penguasaan pasar yang luas, meluasnya peran stakeholder, serta adanya dukungan pemerintah yang kondusif.
2. MANFAAT TANAMAN
Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti kertas, cat cair, tinta cetak dan tekstil. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida dan farmasi.
3. SYARAT PERTUMBUHAN
3.1. Iklim
 Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung. Bahkan daya tahan kedelai lebih baikdari pada jagung. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab.
 Curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. optimal, antara 100-200 mm/bulan.
 Suhu 21-340C, optimum 230C. Pada proses perkecambahan benih memerlukan suhu 300C.
 penyinaran , > 10 jam per hari
 Kelembaban : rata-rata 50%
3.2. Media Tanam
a) Kondisi tanah tidak terlalu basah, tetapi air tetap tersedia, tanah yang baik ditanami jagung, cocok untuk kedelai.
b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. Pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam kedelai dapat tumbuh dengan baik, asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar
c) Tanah yang cocok yaitu: alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila diberi pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup.
d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai, perlu diberi bakteri Rhizobium, kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya, sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal.
e) Tanah kaya akan humus atau bahan organik, bahan organik yang cukup akan memperbaiki daya olah dan merupakan sumber makanan bagi jasad renik, yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.
f) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai, asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup.
g) Tanah yang mengandung liat tinggi, memerlukan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar. Untuk memperbaiki aerasi, bahan organik sangat penting artinya.
h) Keasaman atau pH 5,8-7,0 tetapi pada pH 4,5 pun kedelai dapat tumbuh. Pada pH kurang dari 5,5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik.
i) Topografi tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.
3.3. Ketinggian Tempat
Varietas kedelai berbiji kecil, sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0,5- 300 m dpl. Sedangkan varietas kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl.
4. WILAYAH PENGEMBANGAN
Tanaman kedelai ditanam di hamper semua kecamatan yang ada di kabupaten sumedang, namun demikian dalam rangka pengembangan agribisni, wilayah pengembangan kedelai diarahkan ke 3 kecamatan yaitu Ujungjaya, Jatinunggal, Darmaraja
5. PEDOMAN BUDIDAYA
5.1. Benih
1) Persyaratan Benih
Benih yang digunakan harus berkualitas baik, artinya daya tumbuh tinggi, seragam, tidak tercemar varietas lainnya, bersih dari kotoran, dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi, berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ringgit (137), Clark 63, Davros, Economic Garden, Galunggung, Guntur, Lakon, Limpo Batang, Merbabu, No.27, No.29, No.452, Orba, Peter, Raung, Rinjani, Shakti, Taichung, Tambora, Tidar, TK 5, Wilis.
2) Penyiapan Benih
Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin, (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan, tanah, kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain, berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc; (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum; (3) setelah diinokulasi, benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam, tetapi tidak lebih dari 6 jam. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ± 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ± 250C, dengan kelembaban nisbi ruang ± 80%.
Pada daerah kronis endemis lalat bibit perlu dilakukan perlakuan benih apabila menggunakan marshal 25 ST dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
- Larutkan 100 gram Marshal 25 ST dalam 1 gelas air.
- Masukkan dalam kantung plastik kapasitas > 7,5 Kg benih
- Masukan 5 Kg kedalam kantung plastik kocok sampai rata.

3) Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang, atau dengan memperpendek jarak tanam. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek, sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang, supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu.

5.2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai, yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari, pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan, memupuk, menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu.
2) Pembentukan Bedengan
Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm, tinggi 20 cm. Apabila akan dibuat drainase, maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m.
3) Pengapuran
- Tanah dengan pH kurang dari 5,5 seperti podsolik merah-kuning, harus dilakukan pengapuran
- Kapur disebar di permukaan tanah, kemudian diaduk dengan lapisan olah tanah ± 15 cm.
- Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum tanam, dengan dosis 2-3 ton/ha. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah, dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok.
- Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam, tetapi setiap 3-4 tahun sekali. Dengan pengapuran, tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan tanaman kacang-kacangan, karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar.
5.3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Jarak Tanaman
Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman. Pada tanah yang subur, jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi..
2) Pembuatan Lubang Tanam
Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm.
3) Cara Penanaman
Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:
- Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini, seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini, membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air, seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat, sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm; 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm.
- Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Umur tanaman tidak jauh berbeda. 2. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar. 3. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. 4.Kedua tanaman merupakan tanaman palawija, misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah, kedelai dengan jagung, kedelai dengan ketela pohon.
- Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu, misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik, biasanya kedelai ditanam bersamaan.
Penanaman dilakukan sebagai berikut :
a. Pada Lahan sawah yang banyak air
- Jerami dipotong dan dikumpulkan di pematang sawah
- Biji kedelai ditanam sedalam 3-5 cm.
- Bila tanah masih lembek, biji diletakan di atas tanah.
- Pertanaman ditutup dengan jerami sebagai mulsa.
b. Pada lahan sawah Kurang Air
- Jerami dipotong pada bagian pangkal dan kepinggirkan
- Biji ditugal sedalam 3-5 cm.
- Seluruh lubang ditutup dengan jerami serata mungkin.
c. Pada lahan tegalan atau lahan kering non pupuk hijau
- Pada tanah yang sudah diolah dibuat saluran drainase.
- Biji ditugal sedalam 3-5 cm
- Setelah penanaman biji ditutup tipis dengan tanah.

4) Waktu Tanam
Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat, agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari, maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan, yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan, waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. Bila ditanam di tanah sawah, waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. Di lahan sawah dengan irigasi, kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau.
5.4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, sehingga akan terlihat tidak seragam. Untuk menjaga agar produksi tetap baik, benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10%. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari.
2) Penyiangan
Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga, sekitar 6 minggu setelah tanam. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Apabila lahannya luas, dapat juga dengan menggunakan herbisida. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha.
3) Pembubunan
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.
4) Pemupukan
Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi, pemupukan tidak diperlukan. Pada tanah yang kurang subur, pemupukan dapat menaikkan hasil. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut:
- Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha.
- Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha, TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha.
- Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha, TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha.
- Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha; Urea=50-100 kg/ha, TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha.
Pemupukan dilakukan sebagai beriut :
Pupuk Dasar
- Pupuk diberikan sebelum tanam atau saat tanam
- Cara ditugal pada jarak 5 cm dari lubang tanam
- Dosis 1/2 N, seluruh dosis P dan K
Pupuk susulan
- Umur tanaman 20-30 hari/menjelang berbunga
- Cara ditugal dengan jarak 10 cm dari tanaman
- dosis pupuk 1/2 bagian N atau sekitar 25 Kg/Ha

5) Pengairan dan Penyiraman
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Di lahan sawah irigasi, pemberian air di sawah bisa diatur. Namun bila tidak ada irigasi, penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan. Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari, tanah harus diairi. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 3- 4 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan.
6) Pemeliharaan Lain
Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari jika tanaman terlindungi akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik, dan hasilnya akan sedikit, bahkan tidak berbuah sama sekali, selain itu kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh.
6. HAMA DAN PENYAKIT
6.1. Hama
a) Aphis SPP (Aphis Glycine)
Kutu dewasa berukuran 1-1,5 mm berwarna hitam, ada yang bersayap dan tidak. Kutu menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan, masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala: layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya, mengolah tanah dengan baik, bersih, memenuhi syarat, tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang- kacangan; (2) membuang bagian tanaman terserang hama dan membakarnya; (3) menggunakan musuh alami (predator/parasit); (4) penyemprotan insektisida pada permukaan daun bagian atas dan bawah.
b) Melano Agromyza Phaseoli,
Ukuran kecil sekali (1,5 mm) Lalat bertelur pada leher akar, larva masuk ke dalam batang memakan isi batang, kemudian menjadi lalat dan bertelur. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering); (2) penyemprotan Agrothion 50 EC, Azodrin 15 WSC, Sumithoin 50 EC, Surecide 25 EC
c) Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa)
Bertubuh kecil, hitam bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC, Basudin 50 EC, Diazinon 60 EC, dan Agrothion 50 EC.
d) Cantalan (Epilachana Soyae)
Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri, pemakan daun dan merusak bunga. Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur.
e) Ulat polong (Etiela Zinchenella)
Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah, setelah menetas, ulat masuk ke dalam buah sampai besar, memakan buah muda. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi), sebelum ulat berkembang biak; (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen.
f) Kepala polong (Riptortis Lincearis)
Gejala: polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa. Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC, Azodrin 15 WSC.
g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli)
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian: Saat benih ditanam, tanah diberi Furadan 36, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC, dengan dosis 2 cc/liter air, volume larutan 1000 liter/ha. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.
h) Kepik hijau (Nezara Viridula)
Panjang 16 mm, telur di bawah permukaan daun, berkelompok. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda), yang berwarna hitam bintik putih. Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga 1 - 6 bulan. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. Pengendalian: Azodrin 15 WSC, Dursban 20 EC, Fomodol 50 EC.
i) Ulat grayak (Prodenia Litura)
Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar, bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan, panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm, bertelur di permukaan daun. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. Gejala: kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi; (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC, Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC.
6.2. Penyakit
a) Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum)
Penyakit ini menyerang pangkal batang. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. Penularan melalui tanah dan irigasi. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian: (1) Varietas yang yang ditanam tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga, pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. Pemberantasan: belum ada.
b) Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala: daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu; (2) menyemprotkan Dithane M 45, dengan dosis 2 gram/liter air.
c) Penyakit lapu (Witches Broom: Virus)
Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. Gejala: bunga, buah dan daun mengecil. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC.
d) Penyakit anthracnose ( Colletotrichum Glycine Mori)
Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit, lebih parah jika cuaca cukup lembab. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat; (2) penyemprotan Antracol 70 WP, Dithane M 45, Copper Sandoz.
e) Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi)
Penyakit ini menyerang daun. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit; (2) menyemprotkan Dithane M 45.
f) Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli)
Penyakit ini menyerang daun. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45.
g) Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
Penyakit ini menyerang batang. Penularan melalui tanah dan irigasi. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan; (2) menyemprotkan Dithane M 45.
h) Virus mosaik (virus)
Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun). Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat, tanaman menjadi kerdil. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus; (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC.
7. PANEN
7.1. Ciri dan Umur Panen
Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. Panen yang terlambat akan merugikan, karena banyak buah yang sudah tua dan kering, sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. Disamping itu, buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari, tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Perlu diperhatikan, kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari, sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari, agar kemasakan biji betul- betul sempurna dan merata.
7.2. Cara Panen
Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan, agar hasilnya segera dapat dijemur. a) Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut, keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. Pada tanah ringan dan berpasir, proses pencabutan akan lebih mudah. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko, tangan dalam posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan. b) Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam, sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam, pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah, karena akar dengan bintil- bintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut, tapi tertinggal di dalam tanah. Pada tanah yang keras, pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan, maka dengan memotong akan lebih cepat.
7.3. Periode Panen
Mengingat kemasakan buah tidak serempak, dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik, pemetikan sebaiknya dilakukan secara bertahap, beberapa kali.
7.4. Prakiraan Produksi
Produksi kedelai yang dihasilkan para petani Indonesia rata-rata 600-700 kg/ha.
8. PASCAPANEN
8.1. Pengumpulan dan Pengeringan
Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar, anyaman bambu, atau di lantai semen selama 3 hari. Sesudah kering sempurna dan merata, polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. Agar kedelai kering sempurna, pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya. Sedangkan biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa dikeluarkan dari polong, asalkan polong sudah cukup kering. Biji kedelai yang akan digunakan sebagai benih, dijemur secara terpisah. Biji tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang sehat dan dipanen tersendiri, kemudian dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air 10-15%. Penjemuran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari, dari pukul 10.00 hingga 12.00 siang.
8.2. Penyortiran dan Penggolongan
Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung, atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. Setelah biji terpisah, brangkasan disingkirkan. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. Biji yang luka dan keriput dipisahkan. Biji yang bersih ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18,2%.
8.3. Penyimpanan dan pengemasan
Sebagai tanaman pangan, kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama, maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %.


9. STANDAR PRODUKSI
9.1. Ruang Lingkup
Standar produksi ini meliputi: klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh,cara uji, syarat penandaan dan pengemasan.
9.2. Diskripsi
Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995
9.3. Klasifikasi dan Standar Mutu
a) Syarat umum
- Bebas hama dan penyakit.
- Bebas bau busuk, asam, atau bau asing lainnya.
- Bebas dari bahan kimia, seperti: insektisida dan fungisida.
- Memiliki suhu normal.
b) Syarat khusus
Komponen mutu Mutu
                                                   I           II             III            IV
Kadar air maksimum (%)          13          14            14            16
Butir belah maksimum (%)          1            2              3              5
Butir rusak maksimum (%)          1            2              3              5
Butir warna lain maksimum (%)   1            3              5            10
Kotoran maksimum (%)              0            1              3             5

Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang sesuai dengan yang telah disyaratkan maka perlu dilakukan beberapa pengujian yang diantaranya:
- Penentuan adanya hama dan penyakit, baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan.
- Penentuan adanya rusak, butir warna lain, kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. Persentase butir-butir warna lain, butir rusak, butir pecah, kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 %.
- Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic yang telah dikalibrasiatau dengan Toluen AOAC 9254 dan Penentuan suhu dengan termometer.
9.4. Pengambilan Contoh
Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang, kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata, kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa, berat contoh analisa 100 gram.
9.5. Pengemasan
Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya, berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain:
- Produksi Indonesia.
- Daerah asal produksi.
- Nama dan mutu barang.
- Nama perusahaan /pengekspor.















CALON PENYULUH

 CALON PENYULUH

Senin, 08 Agustus 2011

Sertifikasi Penyuluh Pertanian


Sesuai  UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (SP3K), Penyuluh Pertanian, Perikanan,dan Kehutanan selain sebagai pejabat fungsional juga merupakan profesi. Penyuluh yang memenuhi persyaratan sertifikasi melalui uji kompetensi berhak memperoleh tunjangan profesi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 
Dalam rangka mengimplementasikan semangat Undang Undang dan Peraturan keprofesian seorang Penyuluh Pertanian Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja telah menerbitkan keputusan Nomor Kep 29/Men/III/2010 tentang Penetapan SKKNI Sektor Pertanian Bidang Penyuluhan Pertanian. SKKNI tersebut pada dasarnya merupakan penjabaran dari Standar kompetensi penyuluh pertanian, karena itu penyuluh pertanian harus betul-betul memahami dan menghayati SKKNI(download di sini)
Badan Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementrian Pertanian sebagai lembaga yang berkompeten dalam penyelenggaraan  standardisasi dan sertifikasi Penyuluh Pertanian, telah menerbitkan berbagai kelengkapan yang harus disiapkan dan dipahami oleh Penyuluh Pertanian. Kelengkapan tersebut diantaranya

  1. Pedoman pelaksanaan sertifikasi profesi penyuluh pertanian (download di sini)
  2. Petunjuk teknis Pelaksanaan sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian (download di sini)
  3. Formulir Penilaian atasan langsung (download di sini)
  4. Formulir Penilaian poktan/gapoktan/perangkat desa (download di sini)
  5. Formulir penilaian teman sejawat (download di sini)
  6. Formulir Permohonan Sertifikasi (FR-APL-01) (download di sini)
  7. Formulir asesmen mandiri (FR-APL-02) (download di sini)
Tahun 2011 Kementrian Pertanian telah mulai melaksanakan uji kompetensi, kegiatan tersebut akan dilaksanakan setiap tahun. Beberapa upaya yang perlu dilakukan penyuluh pertanian berkaitan dengan uji kompetensi antara lain

  1. Memahami semua aturan yang ditetapkan
  2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai tuntutan SKKNI
  3. Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian
  4. Mendokumentasikan seluruh barang bukti kegiatan penyuluhan sesuai dengan aturan yang ditetapkan

Senin, 21 Maret 2011

Manfaat Talas

PENDAHULUAN

Talas merupakan tumbuhan yang 90% bagiannya dapat dimakan. Daun, tangkai daun, pelepah, umbi induk dan umbi anakan dapat dimakan. Bagian yang tidak dapat dimakan hanyalah akar-akar serabutnya.
Manfaat utama umbi talas adalah sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.  Di Kabupaten Sorong Irian Jaya talas dimakan sebagai makanan pokok. Di daerah lain talas dimakan sebagai makanan tambahan setelah diolah menjadi macam-macam masalkan atau dimakan begitu saja sebagai talas rebus, talas kukus atau talas goreng.
Talas juga dapat diambil tepungnya untuk dipakai sebagai pengganti tepung terigu. Di Filipina dan Columbia talas dibuat kue-kue, sedangkan di Brazil dijadikan roti.

KANDUNGAN GIZI

Talas mengandung karbohidrat yang tinggi, protein, lemak dan vitamin.
Kandungan protein daun talas lebih tinggi dari umbinya. Pada talas bogor, talas semir dan talas bentul kandungan protein kasar berat kering daun adalah 4,24%-6,99% sedangkan pada umbinya sekitar 0,54%-3,55%.
Rasa gatal di mulut setelah makan talas disebabkan oleh kristal-kristal kalsium oksalat. Kalsim oksalat hanya menyebabkan gatalgatal tanpa gangguan lain. Zat tersebut dapat dikurang dengan pencucian banyak air
Kandungan gizi yang terdapat pada 100 gr umbi talas sebagai berikut

Kandungan gizi
Mentah
Talas rebus
Energi (kal )
120
108 kal
Protein  (gram)
1,5
1,4 gram
Lemak (gram)
0,3
0,4 gram
Hidrat arang total gram)
28,2
25,0 g
Serat gram
0,7
0,9 g
Abu  gram
0,8
0,8 g
Calsium  mg
31
47 mg
Phospor  mg
67
67 mg
Zat besi  (mg)
0,7
0,7 mg
Karoten total
0
0
Vitamin b (mg)
0,05
0,06 mg
Vitamin c (mg)
2 mg
4 mg
Air  (gram)
69,2
72,4 g
Bagian yang dapat dimakan
85 %
100%
Sumber : Direktorat gizi depkes RI, 1981


MANFAAT DAN KHASIAT
Selain sebagai sumber karbohidrat pengganti beras, talas dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.  Bubur talas dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi untuk makanan bayi dengan tingkat alergi yang rendah. Bubur akar rimpang talas dipercaya sebagai obat encok, cairan akar rimpang talas dapat digunakan sebagai obat bisul.
Orang yang makanan pokoknya talas seperti orang melanesia memiliki gigi yang lebih kuat dan bagus. Hal tersebut disebabkan makan talas dapat meningkatkan kebasaan yang lebih tinggi sehingga mulut tidak masam. Kemasaman yang tinggi merupakan salah satu penyebab rusaknya gigi, sedangkan kebasaan yang tinggi memperkecil kemungkinan rusaknya gigi, sehingga gigi menjadi kuat, sehat dan bagus

PEMBUATAN KERING TALAS
Bahan : 1 kg talas, 1 ons kacang tanah, minyak goreng
Bumbu : 10 lombok merah, 10 lombok hijau, 8 bawang merah, 6 siung bawang putih, terasi, garam, lengkuas.
Cara membuat
-            Talas dikupas, dipotong tipis dan kecil
-            Cuci bersih dan goreng sampai kering
-            Bawang merah, bawang putih dan lombok dipotong kecil.
-            Bumbu kecuali dan salam dihaluskan
-            Potongan bumbu ditumis sampai kuning diikuti bumbu lain yang sudah dihaluskan
-            Masukan talas dan kacang tanah yang sudah digoreng
-            Aduk sampai rata hingga bumbu meresap
-            Tambahi sedikit kecap manis dan angkat

PEMBUATAN KERIPIK TALAS
Bahan: 1 kg talas, 2 ons gula aren, minyak goreng seperlunya, vanili
Cara membuat
-            Talas dikupas, dicuci, dan dipotong tipis
-            Jemur di atas niru di panas matahari langsung sekitar 2 jam supaya getahnya hilang
-            Gorenglah talas dalam minyak mendidih sampai kering betul
-            Gula merah dan vanili direbus dengan ½ gelas air sampai menjadi kental
-            Masukan goreng talas kedalam gula yang sudah menjadi kental
-            Aduk sampai rata dan angkat


Tanam Bersusun di Pekarangan

PENDAHULUAN

 Memelihara aneka tanaman di pekarangan dapat menjadikan waktu luang lebih berguna dan  suasana tempat tinggal lebih segar. Masalahnya  bagaimana bila tidak memiliki lahan yang memadai, padahal, keinginan merawat tanaman sangat besar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan  melalui teknik vertikultur atau tanam bersusun.
 PENGERTIAN
Vertikultur atau pola tanam bersusun adalah cara penanaman yang dilakukan secara bertingkat pada sebidang lahan dalam suatu periode atau musim tanam. Pola tanam bersusun sangat cocok diterapkan di daerah permukiman padat penduduk dengan penguasaan lahan relatif sempit.

KEUNTUNGAN
Keuntungan tanam bersusun adalah:
-     Dapat dilakukan pada lahan sempit dengan jumlah tanaman yang lebih banyak
-     Dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan keinginan
-     Tempat penanaman dapat memanfaatkan bahan-bahan bekas yang tersedia di sekitar petani
-     Mudah melakukan perawatan
-     Memiliki nilai estetika yang tinggi
-     Meningkatkan pendapatan keluarga

JENIS TANAMAN
Tanam bersusun sangat cocok diterapkan untuk budidaya tanaman semusim, misalnya sayur-sayuran. Selain menanamnya mudah, hasilnya langsung dinikmati. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara lain seledri, selada, kangkung, bayam atau kemangi. Pohon cabai, tomat, atau terong, juga mudah sekali tumbuh di dalam pot.
Selain tanaman hias, berbagai tanaman obat-obatan seperti tapak dara, sambiloto atau pecah beling dapat tumbuh dengan baik
CARA PENANAMAN

-     Buatlah rak untuk menaruh tanaman. Rak dapat terbuat dari kayu, papan atau bumbu. Model dan ukuran, dapat disesuaikan dengan selera. Umumnya berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga. Rak harus  kuat dan mudah dipindah-pindahkan.
-     Syarat pernbuatan rak itu tidak hanya kuat, namun juga fleksibel. Dapat dengan mudah diletakkan di mana saja, di teras samping, halaman depan, bahkan di dalam ruangan.
-     Siapkan wadah sebagai tempat menanam berupa pot bunga, poly bag, kaleng cat, bekas minyak pelumas, atau botol plastik minuman mineral
-     Isi wadah dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir dan bahan organik (pupuk kandang yang telah masak, bokashi dll) dengan perbandingan 1: 1: 1
-     Lakukan penanaman sesuai dengan jenis tanaman yang diinginkan
-     Letakkan pohon pada rak yang telah disiapkan. Tanaman yang banyak membutuhkan sinar matahari relatif lebih banyak seperti cabai, selada atau sawi diletakan pada bagian paling atas,  Tanaman yang relatif sedikit membutuhkan sinar matahari seperti ginseng, seledri atau kangkung diletakan di bagian tengah atau bawah.
-     Penyiangan, penyiraman, dan pemeliharaan lain dilakukan apabila diperlukan.




Minggu, 13 Maret 2011

THL-TBPP


NO.
NAMA
Lokasi Tugas
Keterangan
Desa
Kecamatan
1
2
6
7
8
1
IMAT JATNIKA, SP
Mekargalih,Hariang, Mekarmukti
Buahdua
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
2
Ir. IYAN ROSYANDI
Hegarmanah
Jatinangor
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
3
RINA RIDIAWATI, SP
Baginda
Sumedang Selatan
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
4
AISYAH FITRIANI, A.Md
Mekarsari
Sukasari
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
5
ROSTIKAWATI, Amd
Padasuka
Sumedang Utara
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
6
BUDIARSO, A.Md
Jembarwangi
Tomo
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
7
ASEP DIDIN WAHYUDIN. Amd
Banyuasih
Tanjungkerta
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
8
ELI RISNAWATI. A.Md
Wanajaya,Wanasari,Ranggasari
Surian
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
9
TIEN ROSTININGSIH, A.Md, S.Pd
Jatimukti
Jatinangor
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
10
MULYADI AHMAD K.,A.Md
Cimarga
Cisitu
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
11
DEDE HOLIK
Jatiroke
Jatinangor
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
12
JAJA
Cijeruk
Pamulihan
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
13
DIAN SUHARDI
Mekarjaya
Sumedang Utara
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
14
SRI MULYAWATI
Cibeusi
Jatinangor
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
15
MARNI SUMARNI
Legok Kidul, Legok Kaler
Paseh
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
16
AGUS CARMAN
Cikadu,Mekarmulya
Situraja
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
17
JAENAL ARIPIN
Wanakerta
Situraja
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
18
IWAN GUNAWAN
Wado, Padajaya
Wado
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
19
WAHYUDIN
Cipeundeuy, Cieunteung
Darmaraja
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
20
MUMUH
Tarunajaya
Darmaraja
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
21
DIDIN WAHYUDIN
Kamal
Tanjungmedar
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
22
WAWAN GUNAWAN
Narimbang, Jambu
Conggeang
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
23
AHMAD SOPIARDI
Cisarua, Kebon Kalapa
Sumedang Selatan
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
24
DEDEH KURAESIN
Buahdua,Nagrak,Panyindangan
Buahdua
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
25
ELA  NURLAELA
Cipanas
Tanjungkerta
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
26
HIDA TIN KUSWATI
Boros
Tanjungkerta
Rekrutmen Ak.I  Tahun 2007
27
AI KURNLASIH, SP
Cinanjung
Tanjungsari
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
28
ATHOMALA, SP
Kadakajaya
Tanjungsari
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
29
UNTUNG ABDUL HARIS, SP
Sindangsari
Sukasari
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
30
EKA SUTRIANA, SP
Nangerang
Sukasari
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
31
EUIS SITI  NURHASANAH, SP
Mekarbakti
Pamulihan
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
32
NUNUNG BUDIANA, SP
Ciptasari
Pamulihan
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
33
ACEP MUHYUDIN , SP
Clkahuripan
Cimanggung
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
34
CIPTA RAMDHANI, SPT.
Sindanggalih
Clmanqgung
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
35
HENDRA GUNAWAN, SP
Pasir Nanjung
Clmanggung
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
36
HERDIANSYAH. S.PT
Cipelang
Ujungjaya
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2009
37
 KIKI IMAM MALIK , SP
Cimanggung
Cimanggung
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
38
UJANG SUNANDAR SP
Pasirreungit
Paseh
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
39
DEWI SETIAWATI SP
Paseh Kaler, Paseh Kidul
Paseh
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
40
DANDAN RAHMAT, SP
Padanaan
Paseh
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
41
AGUS SETIAWAN ,SP
Rangon
Darmaraja
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
42
E. TOHARI, SP
Tanjunghurip
Smd.Selatan
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
43
EUIS RESTL SUCIATI, SP
Cikondang
Smd.Selatan
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
44
ERNI LISTIANI, SPT
Naluk
Cimalaka
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
45
KAMALIAH KURAESIN FAJRIYAH, SP
Ciumalaka
Cimalaka
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
46
BEBEN BENI BUDIANA , SP
Pamekarsari,Sarimukti
Surian
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
47
GUNAWAN HIDAYAT, SP
Wanasari,Wanajaya,Ranggasari
Surian
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
48
FITRIA RATNA YAMUNA, SST.
Cilangkap,Cibitung,Sukawangi
Buhadua
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
49
DEDENG IMAN L.H.,S.ST
Cikaramas
Tanjungmedar
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
50
MUHAMAD JAMHUR, S.ST
Jembarwangi
Tomo
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
51
XAVERIA YULIANL WULANDARL,S.ST
Mandalaherang
Cimalaka
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
52
YOYOH ROKAYAH, AMD
Mekargalih
Jatinangor
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
53
DATU YUNITARINI PURWANINGTIYAS, AMD
Cisempur
Jatinangor
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
54
NURBUDI ARIYANTO, AMD
Sayang
Jatinangor
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
55
RINI ANGGRAENI,AMD
Cacaban
Conggeang
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
56
M. CHOERUDIN,AMD
Sukamulya, Kudangwangi
Ujungjaya
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
57
ATANG HIDAYATAMD
Trunamanggala
Cimalaka
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
58
ZESI NASIPA
Tanjungsari,Margajaya
Tanjungsari
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
59
ADE WAWAN
Sukasari
Sukasari
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
60
DEWI RATNA NINGRUM
Cigendel
Pamulihan
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
61
SRI RAHAYU
Citali
Pamulihan
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
62
KANA
Clhanjuang
Cimanggung
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
63
SURYAMAN
Tegalmanggung
Cimanggung
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
64
CEPI KERSANI
Cijambu
Tanjungsari
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
65
DEDE MULYANA
Pangadegan
Rancakalong
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
66
KUSWANTO
Sukamaju, Sukahayu
Rancakalong
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
67
ROSENDI
Cilembu
Pamulihan
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
68
AI NURJANAH
Bugel
Tomo
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
69
AJANG SUTARYANA
Sukamantri
Tanjungkerta
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
70
DARMAWAN
Cigentur,Gunturmekar
Tanjungkerta
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
71
DADAN SUGANDI
Leuwi Hideung
Darmaraja
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
72
MULYADI
Sukaratu,Jatibungur
Darmaraja
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
73
SUHANDI
Mulyasari
Smd.Utara
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
74
 DEVI FEBRIANI NURJANAH
Licin
Cimalaka
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
75
NURWULAN SRI SUKMAYASARI
Cisalak
Cisarua
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
76
NUNUNG RATNANINGSIH
Sukaluyu
Ganeas
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
77
GUNGUN GUNAWAN
Ganeas
Ganeas
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
78
GANJAR ANUGRAH
Cinangsi
Cisitu
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
79
TARUNA KUSUMA UTAMI
Clpicung
Jatigede
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
80
YAYA
Ciranggem,Cisampih
Jatigede
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
81
MUMU NURYANA
Sukajadi
Wado
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
82
IWAN PURWANTO
Sirnasari
jatinunggal
Rekrutmen Ak.II  Tahun 2008
83
ACEP GUNAWAN, SP
Kutamandiri
Tanjungsari
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
84
BADAR BADRIYAH, SP
Cijambe
Paseh
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
85
DADANG P HIDAYAT, AMD
Raharja
Tanjungsari
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
86
DIAN EKA SRI S
Malaka
Situraja
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
87
ENI NURAENI, SP
Margamukti
Smd.Utara
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
88
FARID FITRIADI, SP
Ranjeng
Cisitu
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
89
HERDIANA SAPUTRA
Cimarias
Pamulihan
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
90
HERNI NURYATI
Sarimekar
Jatinunggal
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
91
IFAN HERI SETIADI, S.ST
Cilopang
Cisitu
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
92
NENI ROHAENI
Bojongloa, Cikurubuk
Buahdua
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
93
SANDI HILMAN, SPT
Pawenang
Jatinunggal
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
94
SUBYAR DENIE S
Karanglayung
Conggeang
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
95
SUDIN WAHYUDIN
Cibuluh
Ujungjaya
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
96
TINI MULYAWATI
Wargaluyu
Tanjungmedar
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
97
UUS M HUSEN
Sukawangi
Pamulihan
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
98
WAWAN KURNIAWAN
Tanjungmulya
Tanjungkerta
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
99
FIRMAN EKA PERMANA, Amd
Pasirbiru
Rancakalong
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
100
RIAN MUHAMAD ADAM
Mulyamekar
Tanjungkerta
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009
101
VIVIN DEWI ARTI
Cibungur
Rancakalong
Rekrutmen Ak.III  Tahun 2009